ISLAM…. THE BEGGAR

15 01 2008

2 hari kemaren saya lewat jalan caringin bandung. di situ ada beberapa orang (kebanyakan ibu2), mengeluarkan jaring meminta sumbangan. di sampingnya ada sebuah papan besar bertuliskan “sumbangan pembangunan masjid arraudah. dana yang dibutuhkan Rp. 853 jt, dana yang telah dikumpulkan Rp. 43 jt”. Woah!

waktu baca itu saya langsung inget kejadian yang sama sekitar bulan lalu. dengan perincian biaya yang kurang lebih sama. kenapa harus buat mesjid kalo dana yang dimiliki terlalu minim? apa mesjid sekarang kurang? apa gak ada cara lain untuk nyari uang dibanding di jalanan?

kita juga bisa liat kejadian lain. dimana makin banyak pengemis (yang terlihat sebagai pengemis) di jalanan  dan pengemis (yang berprilaku mengemis) di gedung-gedung megah dengan menjilat. Kita bisa liat, gimana mereka pura-pura lemah di jalanan padahal punya hidup yang layak di kampung, bahkan cenderung kaya. Gimana mereka menjilat atasan demi tahta dan harta. Gimana mereka saling sikut di pembagian hewan kurban. Gimana mereka injak menginjak dan menipu di pembagian BLT dari pemerintah.

ironisnya, kebanyakan adalah orang muslim yang Rasulnya berkata ,”lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah” dan diperintahkan berzakat sebagai salahsatu rukun islam (zakat hanya diwajibkan bagi orang-orang yang telah nishab atau berkecukupan). 

Cukup! semua kejadian itu malah mencoreng nama umat islam sendiri. umat islam tidak seharusnya meminta. umat islam harusnya terus berusaha sampai bisa memberi dan memberi sangat banyak. Islam bukanlah agama para pengemis, umatnya juga tidak diajarkan menjadi pengemis. Islam mengajarkan kita untuk menjadi yang terbaik dan terus berusaha, agar kita lebih mandiri dan dapat membantu yang lain.

kebanyakan (kebanyakan bukan berarti semuanya) orang islam di indonesia hanya pandai untuk mengemis, sebagian lagi menyumbang untuk pamor (riya), hanya sedikit orang dermawan yang bener2 tulus.

Siapa kita? orang dermawan yang bener2 tulus, atau jenis yang lainnya?


Tindakan

Information

2 tanggapan

17 01 2008
sa3o

selamat atas blognya….keep on writing bro

17 06 2008
Boy

Permasalahannya enggak sesimple itu di. Bukankah orang Islam di Indonesia juga pandai korupsi? Juga bukankah Orang Islam di Indonesia pandai berjudi, ikut berjamaah mendistribusikan khamr, dan bukankah orang Islam di Indonesia bodoh?

Islam adalah value, bukan status yang loe sandang di ktp, atau yang secara kebetulan loe anut karena loe dilahirkan oleh Ayah Ibu yang muslim.

Coba loe liat AD/ART parpol-parpol di Indonesia, gue yakin semuanya berbicara dalam bahasa moral tingkat tinggi, value-value luhur. Tapi pada prakteknya hanya sedikit dari insan-insan parpol yang bersangkutan yang (minimal) punya kemauan menterjemahkan value-value parpolnya pada setiap tindak-tanduknya dalam bermasyarakat. Sementara sisanya gak punya jati diri, bermain tanpa koridor value yang ditulis di AD/ARTnya. Ketika hal ini terjadi, masyarakat melihat sebagai stereotipe, bahwa partai anu identik dengan, katakanlah premanisme. Padahal premanisme tidak diajarkan di AD/ART parpol anu, atau malah jelas-jelas diharamkan.

Kemudian, sayangnya kita hidup di dalam negara yang mayoritas penduduknya adalah umat muslim (secara status, tercantum di ktp, atau apalah). Di lain pihak kita juga hidup di negara yang mayoritas penduduknya buta huruf. Gue enggak tau, secara statistik, apakah bisa langsung di ambil kesimpulan bahwa umat muslim identik dengan buta huruf. Juga kita hidup di negara yang memiliki tingkat kriminalitasnya tinggi.. dst dst..

Yang kita saksikan akhirnya cuma penggalan-penggalan kisah yang (tanpa sadar) kita distorsikan dengan status yang tersematkan pada lakon-lakon di balik cerita masing-masing dan lalu kita mengambil kesimpulan-kesimpulan yang langsung kita hujamkan pada institusi (dalam hal ini) Islam, katakanlah.

Sekarang, siapa yang salah (kalau masalahnya memang mencari siapa yang salah), dan harusnya bagaimana..?
Saya sisakan ini sebagai bahan pemikiran Ardi buat bikin tulisan-tulisan selanjutnya… :)

Semoga dengan menulis kita bisa menjadi lebih bijak sesuai kehendak Allah SWT, amin..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.