“No rules according to the universe .. you provide the feelings of having it now and the universe will respond” – The Secret
Konsep yang menarik diuraikan di buku The secret tentang keinginan dan bagaimana keinginan itu tercapai. Ketika kita memikirkan sesuatu sampai sesuatu itu begitu nyata di pikiran kita, alam semesta akan menggerakan semuanya untuk keinginan itu benar-benar terjadi.
Konsep itu sangat terkenal, hampir semua buku tentang kesuksesan pasti membicarakan tentang impian dan berpikir positif. Sebuah konsep yang tidak masuk akal tapi memang terjadi di dunia ini. Kalau saja konsep ini tidak benar, lalu mengapa semua buku menceritakan hal yang sama? tapi tetap saja ini masalah keyakinan. kebanyakan orang bukanlah believer yang bisa percaya, karena itu hanya sedikit yang benar-benar sukses di dunia… dan akhirat…
Menariknya, konsep ini sebenarnya sudah sangat lama disampaikan oleh seorang buta huruf dari negri arab, Rasulullah SAW. Semua orang islam diajarkan untuk berdo’a. Dari saat sebelum memulai sesuatu dengan Bismillah, dan sampai akhirnya selesai dengan Alhamdulillah.
Jika melihat konsep the secret dari kacamata agama islam, konsep tersebut akan terlihat seperti ini. “Ketika kita berdo’a dengan sangat yakin, sampai do’a semustahil apapun bisa terkabul atas kekuasaan Allah, Allah bisa saja mengijabah do’a kita dengan menggerakan segala sesuatunya”. Alam semesta hanya sebagian kecil dari kekuasaan Allah.
Tapi akan muncul pertanyaan seperti ini, “bagaimana saya mau yakin? bagaimana gambaran itu begitu dekat? ketika do’a saja, kebanyakan artinya saya tidak tahu”.
Kunci untuk mengaplikasikan konsep ini, berdo’a lah dengan do’a yang benar-benar kita mengerti. Berdo’a lah yang sesuai dengan keinginan kita. jika kita tidak mengerti do’a yang kita baca, kenapa tidak dengan bahasa sendiri? berdo’a dengan bahasa yang kita ucapkan dan di benak kita menggambarkan do’a itu. atau kita belajar mengerti apa arti dari do’a yang kita baca agar keyakinan itu begitu dekat…
Cara berdo’a yang paling suka saya lakukan bukanlah duduk dan mengangkat tangan. saya lebih suka bersujud dan menutup mata. karena saya yakin dengan sebuah hadist yang mengatakan, “Jarak terdekat kamu dengan Tuhan-mu adalah ketika kamu bersujud” (maaf lupa hadist siapa >,<). Dan ketika bersujudlah saya merasa bisa berkomunikasi dengan-Nya…
“Qun Fa Ya Qun”
“Terjadi! maka Terjadilah”